Bank Mandiri Cetak Rekor Kredit dan Valas Melejit Dorong Ekonomi 2025
Pertumbuhan Kredit Mandiri Tembus Rekor
Bank Mandiri mencatat kinerja kuat pada kuartal III 2025. Total kredit konsolidasi naik menjadi Rp 1.764,32 triliun atau tumbuh 11% YoY. Capaian ini menempatkan Mandiri jauh di atas rata-rata industri perbankan.
Mandiri mempercepat penyaluran kredit produktif dan menguatkan manajemen risiko untuk menjaga kualitas aset. Dengan strategi ini, bank mendorong pertumbuhan kredit yang lebih sehat dan berdaya saing.
Penyaluran Kredit ke Sektor Produktif
Mandiri meningkatkan pembiayaan di sektor strategis seperti infrastruktur, energi, konstruksi, industri padat karya, serta makanan dan minuman. Kredit korporasi tumbuh lebih dari 12% YoY karena permintaan dari proyek besar terus naik.
Bank juga memperluas dukungan bagi UMKM dan ritel. Dengan langkah tersebut, pembiayaan menyebar lebih merata dan memperkuat fondasi ekonomi di berbagai wilayah.
Keseimbangan Portofolio Korporasi–UMKM
Mandiri menjaga keseimbangan antara kredit korporasi dan UMKM untuk meminimalkan risiko. Kredit UMKM tumbuh positif, sementara kredit komersial tetap stabil. Strategi ini membantu Mandiri menopang pertumbuhan jangka panjang sekaligus mempertahankan diversifikasi portofolio.
Dengan kombinasi tersebut, bank mampu mendukung usaha besar dan kecil secara beriringan.
Peningkatan Bisnis Valas dan Treasury
Selain kredit, Mandiri memperkuat bisnis treasury dan valas. Transaksi FX treasury tumbuh 5,67% YoY pada kuartal III 2025. Aktivitas valas digital bahkan melesat lebih tinggi.
Nilai transaksi valas digital naik 47,09% YoY, sementara frekuensi transaksi meningkat 24,13% YoY. Kenaikan ini menunjukkan kepercayaan nasabah terhadap layanan valas Mandiri semakin besar.
Dampak Positif bagi Nasabah
Nasabah korporasi dan eksportir mendapatkan akses transaksi valas yang lebih cepat serta efisien. Dengan kelincahan ini, Mandiri mampu merespons dinamika pasar global secara optimal.
Peningkatan layanan tersebut memperkuat posisi bank sebagai pemimpin pasar treasury dan valas di Indonesia.
Digitalisasi Jadi Mesin Pertumbuhan Baru
Mandiri terus mempercepat transformasi digital untuk meningkatkan kinerja operasional. Platform digital bank mempermudah proses pengajuan kredit, transaksi valas, dan berbagai layanan keuangan lainnya.
Digitalisasi juga memperluas akses masyarakat di banyak daerah, termasuk wilayah terpencil. Dengan cara ini, inklusi keuangan meningkat dan Mandiri memperkuat efisiensi di seluruh lini bisnis.
Stabil di Tengah Tantangan Global
Meski pasar global bergejolak, Mandiri tetap menjaga kualitas aset dan pertumbuhan kredit. Strategi pembiayaan sektor produktif, penguatan bisnis valas, dan inovasi digital membantu bank mempertahankan stabilitas.
Dengan kinerja yang konsisten, Mandiri terus mendukung korporasi, UMKM, sektor riil, dan masyarakat luas di berbagai wilayah.
Ringkasan Kinerja Bank Mandiri 2025
| Indikator Utama | Capaian 2025 |
|---|---|
| Total kredit konsolidasi Q3 2025 | Rp 1.764,32 triliun (↑ 11% YoY) |
| Kredit korporasi | > Rp 557 triliun (↑ ±12% YoY) |
| Pertumbuhan FX treasury | ↑ 5,67% YoY |
| Transaksi valas digital | Nilai ↑ 47,09% YoY • Frekuensi ↑ 24,13% YoY |
| Sektor pembiayaan utama | Infrastruktur, energi, F&B, konstruksi, industri padat karya |
| Strategi utama | Digitalisasi, diversifikasi portofolio |